Tidak Kalah pula pada acara tersebut juga di hadiri oleh ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Selatan (DAD) Adbul Kadir, yang juga merupakan tamu kehormatan pada acara ini yang mana acara merupakan untuk mempertahan adat istiadat orang Banjar dan memperkenalkan budaya Banjar kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kalimantan Selatan ini.
Memang organisasi DAD adalah berbeda tujuan namun satu visi dan misi untuk membangun Banua Kalimatan Selatan ini yang mana sebelumnya Kalimatan Selatan adalah merupakan Masyarakat bermayoritas Dayak sebelum adanya atau masuknya kerajaan dari pulau Jawa yaitu pada masa itu kerajaan pertama Sultan Suriansyah merupakan anak dari pasangan Lambung Mangkurat dan Putri Junjung Buih yang setelah mengalami masalah perebutan untuk berkuasa pada kala itu, Sultan Suriansyah yang bergelar Pangeran Raga Buana ini meminta kepada kerajaan Demak di pulau Jawa sana untuk melakukan perperangan.
Tetapi kerajaan Demak saat mempunyai syarat yang harus dipenuhi oleh Raja Banjar pertama ini dengan membantu kerjaan Banjar nantinya apabila memenangkan pertarungan ini atau bisa menang maka Sultan Suriansyah harus memeluk agama Islam sebagai syaratnya.
Dengan perjanjian ini akhirnya Raja Banjar pertama menepati janjinya dengan masuk agama Islam yang pada waktu itu masih memeluk agama non muslim yaitu Hindu dan segera menepati janjinya untuk memeluk Islam maka gelar yang di terimanya adalah Pangeran Raga Buana atau Raja pertama yang memeluk Islam setelah pemgikut-pengikutnya pun akhirnya memeluk Islam dan meninggalkan agama sebelumnya yang telah di anutnya ini.
Maka dari itulah sejarah kerjaan Banja tercipta di bumi Lambung Mangkurat ini atau yang di kenal dengan Bandarmasih ( Banjarmasin ). Dalam Usianya yang memasuki 500 tahun sudah usia Banjarmasin yang sebentar lagi merayakan jadinya ini organisasi yang baru di Lantik oleh para keturunan raja-raja Banjar yang ada di tanah Kalimantan bermukim untuk dapat melestarikan budaya Banjar yang hampir punah karena masuknya budaya modern
Budaya Banjar menang harus tetap ada dan tidak hilang begitu saja sampai akhir jamanpun budaya Banjar harus tetap ada walaupun budaya modern masuk untuk mengubah paradigma masyarakat Banjar, orang Banjar asli harus dapat mempertahankan adat istiadat budaya Banjar ini. seperti di sampaikan oleh Sultan keturunan raja Banjar ke 13 Pangeran Khairul Saleh yang mewakilkan kepada perwakilan yang hadir untuk menyampaikan adat istiadat orang bahari atau Banjar jangan di buang ini ada mulai dari nenek moyang Raja Banjar sampai dengan keturunan yang ada seperti masyarakat Banjar saat ini harus tetap melestarikan budaya Banjar ini. Budaya Banjar adalah sakral mulai di darat, di gunung sampai dengan di Banyu (Air red) adalah merupakan penunggu atau penjaga dari segala adat istiadat Banjar ini.oleh sebab itu budaya Banjar tidak boleh hilang atau mati seiring dengan perubahan jaman kata pangeran Banjar ke 13 yang di bacakan oleh perwakilan kerajaan yang hadir di acara dengan menggunakan pakaian adat ke sultanan Banjar ini.
Lalu ketika dikonfirmasi dengan ketua Dewan Adat Dayak Abdul Kadir mengenai kehadiran disini sebagai tamu mengatakan, saya atas nama warga Dewan Adat Dayak Kalimantan Selatan berterima kasih telah bisa memenuhi undanga acara ini. mengenai tujuan memang ada perbedaan tetapi visi dan misi itu sama. Kita hendaknya bersatu dan bersama untuk membangun Banua kita ini dari segala upaya untuk melestarikan budaya kita. Memang di DAD sendiri berbagai bamacam agama pun ada tapi budaya dan Banua kita harus bersama-sama menjaga dan melestarikannya jangan sampai Banua kita tenggelam tidak arahnya. Ungkapnya
Dewan Adat Dayak selain mempunyai tujuan yang harus di jalankan dalam melestarikan budaya tidak ada perbedaan malah satu tujuan agar Banua ini tetap terjaga maka dari itu antara Dewan Adat Dayak dengan BAPASAK atau TABAS Adalah satu kesatuan untuk menjaga dan melestarikan budaya Banua kita ini.
Oleh sebab itu DAD KalSel dan BAPASAK serta TABAS harus menjadi kesatuan dalam menjalan budaya seperti yang disampaiakan oleh tamu undangan dari kesultanan yang merupakan penerus dari kerajaan kita Banjar ini.
Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu tanggal 23/7/2022 yang beralamat jalan Antasan Bondan RT.03 no.40 Banjarmasin.
Selain tamu undangan dari kesultana acara ini juga di hadiri oleh perwakilan pemerintah yang diwakili oleh Kesbangpol,Forkopinda dan tamu lainnya
Semoga dengan terbentukanya organisasi-organisasi yang dapat melestarikan budaya kita ini Banua kita bisa semakin jaya. Gayatri Putri News.@gmail.com. melaporkan
Penulis : Gatot Noorsaputra
Editor : Admint

Social Header