Breaking News

'Dulu Menjadi Murid Adalah Siswa Yang Paling Nakal', Sekarang Menjadi Seorang Pengajar Pula dan Sukses, Dalam Rangka Silaturahmi dan Halal bi Halal Angkatan 94 MAN 1 Banjarmasin

Banjarmasin//Dalam silaturahmi sekaligus halal bi halal MAN 1 Banjarmasin angkatan 94 yang berlangsung di Lima Rasa  jalan A. Yani Km 3 Kota Banjarmasin ini, Dengan tema 'Merajut Kenangan Menjalin Silaturahmi' untuk sesama angkatan dan para guru yang pernah mengabsikan ilmu di masa bangku sekolah sebagai siswa dan siswi MAN 1 Banjarmasin ini yang beralamat di jalan Kampung Melayu kota Banjarmasin ini.

Pada hari ini Minggu 27 Aprill 2025 telah menyelenggarakan reuni atau istilah bedadapatan dengan tema 'Merajut Kenangan Menjalin Silaturahmi'  dengan para alumni dari berbagai jurusan seperti jurusan Agama, IPA dan IPS yang ada di sekolah MAN 1 Banjarmasin ini.
Sebut saja Habib Aspihani Assegaf dalam sambutannya yang mewakili teman-temannya mengatakan, 'Dului saya adalah anak murid yang paling nakal, nakal dalam arti suka membolos sekolah dan meninggalkan pada sekolah, sekarang saya telah menjadi seorang tenaga pengajar pula di sebuah Universitas Kalimantan tepatnya   sebagai dosen di sebuah kampus ini. Kesemuan ini berkat dari bapa dan ibu guru yang telah hadir dalam silaturahmi yang menjadikan saya seperti ini. Kalau mengenang masa lalu tepatnya masa silam saya orang yang palimng nakaal tetapi sekarang saya bisa seperti bapa dan ibu guru berdiri di depan para mahasiswa dan siswi untuk memberikan ilmu pendidikan yang saya dapat, ungkapnya Habib Aspihani Assegaf di depan para bapak dan ibu guru serta temannya sekolahnya di masa lampau ini.

Mengungat hal ini, kita tidak habisnya, memang masa itu adalah masa di mana kita saat itu masih muda dan labil, masa muda adalah masa di masa kita masa mencari jati diri kita kedepan dan masa labil adalah dimana kita merasa bahwa menjadi seorang siswa di bangku sekolah masa ingin bersenang= senang di masa itu dengan keadaan saat itu, berbeda dengan masa sekarang, dimana usia kita masuk masa dewasa dan menninggalkan masa remaja kita seperti yang di ungkapkan oleh oleh Obie Meksah dalam sebuah lagunya yang berjudul ' Malu aku Malu Pada Semut Merah' yang mengartikan malu kita kalau melihat masa lalu yang masa pada itu masa sekolah selalu keluar pada jam pelajaran dan hanya bertemu dengan seorang kekasih yang di cintai di sebuah lorong sekolah, sehingga pada saat itu sejumlah semut merah bebrbaris di dinding dengan ramainya melihat seorang pria dan wanita memadu kasih cinta asmaranya, ini adalah membuktikan bahwa kalau kita mengenang masa lalu adalah masa lampau yang perlu kita lupakan, dan masa sekarang adalah masa di mana kita merajut kenangan menjalin silaturahmi sesama para guru dan teman kita yang pada waktu kita remaja adalah masa dimasa kita penuh dengan kenakalan dan mari kita menatap masa depan kita sekarang dengan penuh kebahagian sesama teman-teman kita di masa seklah dulu. kalau kita mengingat masa lampau tidak akan pernah habis seperti pepatah ibu kita kartini yang dalan kutipannya ' Habis gelap terbitlah terang' artinya dimana masa dulu kita gelap sekarang kita mendapatkan masa terang kita sebagai seorang yang penuh dengan manfaat. manfaat kita adalah bisa bisa bertemu dengan para bapa dan ibu guru yang masih ada, dan terang kita adalah dimana kita bertemu dengan teman- teman kita selama berpuiluh tahun lamanya kita bersekolah.

Pepatah ini juga di sampaikan oleh Alumni MAN 1 ini Abdulah yang ketika di temui awak media sebagai Alumni MAN 1 mengatakan,  masa remaja adalah masa lalu kita dimana saat itu kenakalan adalah suatu yang wajar, tetapi kalau kita sudah menginjak dewasa baru kita nakal itu namanya tidak wajar, demi menjalin persahabatan dengan para alumni dan para guru kita adalah dimana kita mengenang jasa guru yang memiliki semvboyang sebagai pahlawan tanda jasa paparnya.

Jadi, tema yang yang diambil adalah sangatlah mengingatkan kita pada lalu dimasa masa sekarang adalah masa kebersamaan sdalam merajut tali silatuahmi sesama angkatan sekolah atau di kenal dengan Alumni yaitu tahun 1994 yang lalu. Gayatri Putri News@gmail.com melaporkan(Gatot)
© Copyright 2022 - Gayatri Putri News