Di mana hasil penyeledikan oleh kedua orang ini di temukan 'tidak' terdaftarnya atas nama Wijiono sebagai mahasiswa di kampus tersebut.
Kampus tersebut yang dulunya bernama STAI Gunung Puyuh Sukabumi, pada tahun 2019 telah berubah nama menjadi Institut K.H Ahmad Sanusi Sukabumi dan pada tahun 2019 yang lalu kampus ini baru menerima Sarjana Magister (S2).
Pada sebelumnya hanya menerima Sarjana Penuh (S1) saja, setelah berubah pada tahun 2019 baru kampus ini menerima Sarjana Magister (S2).
Dari keterangan M.Hafidz Halim SH sebelum dirinya melakukan penyelidikan, Wijiono pernah menempuh pendidikan sebagai mahasiswa pada kampus yang dulunya bernama STAI Gunung Puyuh Sukabumi, dan sempat ijazahnya tertahan akibat tidak membayar uang semester selama pendidikan. Ternyata setelah dilakukan penelusuran nama Wijiono tidak pernah terdaftar pada kampus tersebut.
Hal ini membuktikan bahwa sdr. Wijiono tidak pernah menempuh pendidikan di kampus tersebut seperti yang pernah di sampaikan kepada M.Hafidz Halim SH kala itu. Dari penyelidikan ini membuktikan apa yang di sampaikan oleh sdr. Wijiono adalah memberikan keterangan 'Palsu'.
Dari penyelidikan ini di sampaikannya kepada penyidik Dirkrimsus Polda KalSel by via telp bahwa hasil penyelidikan yang dilakukannya ternyata terbukti adanya kepalsuan yang di lakukan oleh sdr Wijiono tersebut.
Dari hasil ini membuktikan kasus adanya ijazah palsu, semakin terus terungkap oleh orang tersebut, dimana orang ini telah melahirkan beberapa advokat-advokat muda yang siap terjun kedua law year sebagai advokat atau kuasa hukum yang telah magang (menempuh dunia pelatihan advokasi) di P3HI ini.
Dan juga kampus yang pernah di sampaikan oleh M.Hafidz Halim SH kepada awak media online mengenai STAI Gunung Puyuh Sukabumi semenjak 2019 telah berubah menjadi Institut K.H Ahmad Sanusi Sukabumi.
Dengan adanya penyelidikan yang dilakukan oleh M.Hafidz Halim SH menambah bukti baru mengenai adanya kasus-kasus yang memiliki ijazah 'Palsu' yang telah banyak di pergunakan masyarakat yang telah meletakkan menamakan gelar dirinya sebagai gelar di namanya, namun sebenarnya tidak pernah menempuh dunia pendidikan sebenarnya.Gayatri Putri News@gmail.com melaporkan (Gatot)

Social Header