Breaking News

Diaspora NTT Se Kalimantan Di Banjarmasin Menyambut Natal dan Tahun Baru Bersama Gubernur Nusa Tenggara Timut (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lana Dengan Tema 'Cahaya dari Kampung Halaman'

Banjarmasin//Peringatan Natal 2025 dan perayaan Tahun Baru 2026 bagi seluruh warga perantauan yang ada di Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan serta Kalimatan Tengah dan kalimantan Timur yang berlangsung pada hari ini, 12 Januari 2026 bertempat di rumah makan Lima Rasa jalan A. Yani km 3 kota banajrmasin ini di mana di hadiri oleh warga provinsi Nusa Tenggara Timur atau yang di sebut dengan provinsi NTT ini.

Dimana perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini, bertepatan dengan kunjungan bapak Presiden RI Prabowo Subianto ke Kalimantan Selatan dalam rangka meninjau rencana pembangunan sekolah rakyat yang ada di provinsi Kalimantan Selatan ini.

Dalam rombongan dengan kunjungan bapak presiden RI ini, yang turut hadir dalam rombongan ini Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sekaligus ingin bertemu dengan seluruh warga Diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ada di Kalimantan terutama dengan provinsi Kalimantan Selatan ini.

Pada diaspora dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur ini, yang datang beserta rombongan dari provinsi Nusa Tenggara Timur ini, yang akan bertemu langsung dengan para warganya yang saat ini, sedang meninggalkan kampung halamannya untuk bekerja di provinsi orang sebagai tenaga yang biasa di sebut dengan tenaga migran ini.
Gubernur Nusa Tenggara Timur pada sambutannya, menyampaian kepada warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di provinsi baik Kalimantan Selatan, Timur, Tengah, Barat serta Utara ini agar setiap Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang di miliki dapat mengurus menjadi warga daeraah setempat. Dimana dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) ini, akses sebagai warga yang berasalh dari provinsi Nusa Tenggara Timur ini dapat terlacak oleh provinsi asal mereka tinggal. dan ketika mendapatkan perlakukan yang tidak baik di daerah tersebut dalam jangka waktu enam (6) bulan sehingga dapat melaporkan ke diaspora yang ada di daerah guna mendapatkan perlindungan bagi warga Nusa Tenggara Timur ini.

Pada sebuah Kartu Tanda Penduduk yang walaupoun sudah berubah asal tinggal yang mana semula merupakan warga dari Nusa Tenggara Timur (NTT) pada saat ini sangat mudah di lacak atau untuk mendapatkan perlindungan. Apalagi warga ini sudah terdaftar di diaspora yang melebihi jangka waktu enam (6) pada saat ini itu sangat mudah pengurusannya dan ketika ingin kembali kekampung halaman dapat di akses kebali dengan kampung halaman semula.

Selain itu, Gubernur Nusa Tenggara Tuimur Emanuel Melikiades Laka Lana sebagai warga di Kalimantan, tentunya dapat membangun provinsi Nusa Tenggara Timur yang saat ini memiliki penghasilan seperti pertenakan sapi lokal atau istilahnya sapi kupang, kopi dan barang serta lainnya dari segi budaya. Agar provinsi Nusa Tenggara Timur terus berkembang dan bertambah maju. pesannya Gubernur Emanuel Melikiades Laka Lana ini.
Sementara ketua pelaksana kegiatan diaspora warga Nusa Tenggara Timu dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur mengatakan, Apa yang menjadi harapan bapak Gubernur pada hari ini, dalam kehadirannya bertemu dengan warga Nusa Tenggara Timur di perantauan ini, dapat terwujud nantinya, ungkapnya kepada awak media online.
Di samping itu, sebagai perwakilan perpanjangan dari diaspora ini, dengan terdatanya seluruh warga Nusa Tenggara Timur (NTT), dapat kita pantau dan berikan perlindungan seperti harapan dari bapak Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melikiades Laka Lana ini sebagai perpanjangan dari pusat di daerah ini nantinya dapat menyampaikan apa yang menjadi harapan warga perantauan selama ini. 
Pada kesempatan lain panitia pelaksana diaspora ini tentunya nyang mengatakan ucapan terima kasih kepada Bapak Gubernur Nusa Tenggara Timur yang baru ini melakukan perhatian terhadap seluruh warga di perantauan ini setelah hampir 30 tahun saya merantau dan meninggalkan kampung halaman, baru kali ini adanya perhatian dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kedepannya.

Warga Nusa Tenggara Timur ( NTT) yang saat ini berada di luruh Kalimantan ini ada sekitar 5000 lebih yang mana berbagai dari pekerjaan hingga sebagai perantau mencari pekerjaan di kampung orang, ' Beta ingin pulang mama ai, nona sudah lama pergi merantau dan ingin kembali kekampung halaman'. Inilah kutipan salah satu lagu yang berisikan seorang perantau yang sudah lama meninggalkan kampung halamannya dan ingin pulang kembaliu ke tempat asalnya. Gayatri Putri News@gmail.com melaporkan (Gatot)
© Copyright 2022 - Gayatri Putri News