Breaking News

Oknum Anak Pengusaha Mustofa No. Hp 0857 5092 6248 Mengancam Jurnalis Media Online Gayatri Putri News@gmail.com, Jika Usaha Orang Tuanya Dipublikasikan, Dengan Terjadinya Kecelakaan Yang Mengakibatkan Meninggalnya 'Juanda' Kernek Akibat Ugal-ugalannya Kernek Bernama 'Akbar'

Banjarbaru//Oknum yang mengaku sebagai seorang Jurnalis media di kota Banjarbaru ini, yang mana merupakan anak dari seorang pengusaha ayam potong dan berbagai rumah makan  di antaranya Ayam Gerpek Solo, Duta Rasa, Surya, Yamsir, dan luweh juga sekaligus pemasok ayam potong untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjarbaru provinsi Kalimantan selatan Mustofa yang beralamat di kelurahan Guntung Paikat kecamatan Banjarbaru Selatan kota Banjarbaru prov kalSel ini bernomor Wush up 0857 5092 6248 ini dengan menghubungi jurnalis Gayatri Putri News @gmail.com yang juga merupakan pimpinan media tersebut, yang mana pada hari ini datang untuk mengkonfirmasi adanya terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan kernek yang bernama Juanda asal kota bahalap Marabahan Barito Kuala, yang telah bekerja pada sebuah perusahaan ayam potong milik Mustofa dan juga sekaligus pengusaha berbagai makan rumah makan di antarnya : Ayam Gerpek Solo, Duta Rasa, Surya, Yamsir dan Luweh yang ada dikota Banjarbaru dan juga merupakan penyalur untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) di kota Banjarbaru ini.

Dimana, Juanda adalah merupakan karyawan dari pemilik ayam potong dan sekaligus pengusaha berbagai macam rumah makan yang di miliki oleh Mustofa di antaranya Ayam Gerpek Solo, Duta Rasa, Surya, Yamsir, dan Luweh serta pemasok Makan Bergizi Gratis (MBG) atau di 'duga' pemiliknya untuk kota Banjarbaru ini.

Yang mana salah satu kernek bernama 'Juanda' pada malam 31 Desember 2025 bersama pelaku yang bernama 'Akbar' pada malam itu pukul 1.30 wita telah melakukan pekerjaan dengan menggunakan mobil milik dari pengusaha ayam potong atau pengusaha berbagai macam rumah makan yang ada di kota Banjarbaru ini Mustofa untuk mengeluarkan mobil yang berada di lokasi gudang.

Namun dari itu, pelaku yang bernama 'Akbar' ini telah memberanikan diri untuk menyetir mobil yang di bantu oleh korban 'Juanda' tersebut untuk keluar dari Gudang ayam potong. Tetapi di karenakan pelaku penabrak ' Akbar' tidak menguasai menggunakan mobil, namun memberanikan diri untuk melakukan yang mana pada saat itu sopir sebenarnya sedang berada di rumah untuk pulang. Tiba-tiba Akbar menghidupkan mobil dan langsung menancapkan gas mobilnya dan pada akhirnya mentabrak korban yang bernama 'Juanda' kedinding pagar sekolah milik pengusaha ayam potong dan pemilik dari rumah makan berbagai ini yaitu : Ayam Gerpek Solo, Duta Rasa, Surya, Yamsir, dan Luweh serta pemasok ayam potong untuk makan bergizi gratis (MBG) yang di duga adalah milik Mustofa orang tua dari oknum yang mengancam Jurnalis Gayatri Putri News @gmail.com yang juga adalah pimpinan redaksi dari media ini, Jika ingin mempublikasikan atau membuat berita pada media yang mana menurutnya seluruh jurnalis di kota Banjarbaru dalam keterangan Pers dengan Kasatlantas polres kota Banjarbaru pada saat terjadinya kejadian sudah di anggap selesai dan tidak ada masalah apa-apa, yang mana menurutnya oknum yang mengaku jurnalis salah satu media ini mengaku pada Gatot Noorsaputra dengan menghubungi via Wush up, Bahwa seluruh media baik cetak, online dan elektronik yang terdaftar di press room Polres Banjarbaru, sudah di minta oleh Kasatlantas untuk tidak memberitakan hal ini, di karenakan masalah ini di anggap sudah selesai dengan nomor yang terdaftar pada wush up (WA) nomor Gatot Noorsaputra dengan nomor 0857 5092 6248, bahwa atas perintah dari Kasatlantas agar tidak mempermasalahkan hal tersebut yang di anggap sudah selesai.
Lalu adapun di jawab pada pesan singkat yang di terima dimana pesan yang bertuliskan, datang aja (saja) mas kalo mau tau info, nanti ketemu saya, smpean ketempat tadi saya gk (tidak) ada. Lalu di jawab Gatot yang nomor masuk tidak di kenal ini dengan Maap dengan siapa ini. Dia membalas menjawab mau tau berita kejadian di rambai kn? jawabnya. Lalu terjadilah hubungan panggilan yang mana anak tersebut yang mengaku sebagai anak dari pemilik ayam potong Mustofa dan pemilik berbagai macam rumah makan ini. Bahwa, hal ini sudah tidak ada masalah lagi. Sebenarnya ketika di telusuri di lapangan pada tanggal 31 Desember 2025 malam, pagar yang terjadinya memakan korban Juanda Bolong. dan Garis polis line dari kepolisian pun tedapat di tong sampah. Yang mana seharusnya garis polis line tidak boleh di utak atik atau di buang, namun hal ini banyak yang menjadi kejanggalan dalam kasus ini. Mulai dari polis line yang sudah berada di tong sampah sampai dengan informnasi yang di sampaikan oleh oknum yang juga mengaku sebagai seorang jurnalis dengan sudah di kondisikan oleh aparat kepolisian polres Banjarbaru hingga ingin melaporkan apabila adanya berita yang publikasikan oleh awak media online gayatri Putri News mengenai kejadian ini.

Dimana masyarakat di sekitar sana tidak mengetahui adanya kejadian yang terjadi pada malam itu, hingga ketua Rt 04 RW.III kel. Guntung Paikat kec. Banjarbaru selatan kota Banjarbaru tersebut ini, tidak mengetahui adanya kejadian dan sampai pada hari ini Jumat, 2 Januari 2026 ketua Rt.04 Rw.III tersebut ketika di konfirmasi terkait kejadian di tempat pemilik ayam potong dan sekaligus pemilik berbagai macam rumah makan ini, hanya mendengarkan informasi dari warga yang menyampaikan adanya kerjadian di tempat tersebut. Sampai warga sekitar pun terkejut setelah di konfirmasi bahwa, apakah telah mendengar adanya kejadian mobil pemilik dari pengusaha ayam potong dan berbagai macam rumah makan ini dengan kejadian karyawan yang meninggal akibat tertabrak mobil milik pengusaha yang bernama Mustofa ini. di jawab warga tidak mendengar!. Namun orang tersebut memiliki riwayat yang kurang baik dengan para warga disana. Mulai dari semena-mena membuka usaha ayam potong dengan sempat terjadinya permasalahan dan akhirnya rumah orang tersebut di beli oleh Mustofa ini, di karenakan kotoran dan limbah yang memasuki pekarangan rumah tetangga. Sehingga mengakibat orang tersebut menjual dan pergi, di karenakan tidak ingin memiliki tetangga yang 'tidak tahu diri' ini berusaha.

Dari kejadian ini, nantinya awak media akan mendatangi para dinas terkait yanfg ada di kota Banjarbaru, untuk mempetanyakan hal masalah ini, mulai limbah kotoran. Apakah ada Andal atau ijin dalam usaha, yang mana ketika di petanyakan kepada anak pemilik, mengatakan bahwa memiliki semua surat ini, namun tidak dapat membuktikan dengan alasan, buat apa memperlihatkan kepada wartawan ini! nantikan telusuri media kami gayatri Putri News@gmail.com dalam mengungkap hal ini nantinya. yang mana mulai terjadinya kejanggalan dari adanya kecelakaan ini hingga permasalahan lainnya. Gayatri Putri News@gmail.com melaporkan (Gatot)
© Copyright 2022 - Gayatri Putri News