Kernek tersebut bekerja di sebuah tempat potong ayam milik Mustofa dan juga pemilik rumah makan Ayam Geprek Solo, Rumah Makan Duta Rasa, Rumah Makan Surya, Rumah Makan Yamsir dan Rumah Makan Luweh yang ada di kota Banjarbaru Kalimantan Selatan rumah potong tersebut tepatnya kelurahan Guntung Paikat kecamatan Banjarbaru Selatan kota Banjarbaru.
Dari informasi yang di terima oleh awak media online Gayatri Putri News dimana, setelah di lakukan penelusuran kejadian tempat perkara di mana di dapat bahwa korban yang bernama Juanda telah memang meninggal dunia. Sebelum di lakukan pertolongan. Pada saat itu kernek yang bernama 'Akbar' ingin mengeluarkan mobil yang terparkir di lokasi tempat usaha milik Mustofa yang sebagai pemilik ayam potong tersebut. Juanda adalah merupakan seorang kernek di tempat bekerja milik Mustofa sebagai ayam potong tersebut, namun karna sopir mobil yang bernama Aan tidak berada di tempat, Akbar yang tidak berpengalaman dalam mengemudi mobil dan memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) mencoba untuk melakukan ini dan pada akhirnya menghilangkan nyawa korban yang bernama Juanda tersebut dengan menabrak pagar sekolah milik pengusaha ayam potong itu juga yang berada di depan rumahnya sendiri atau menabrak pagar sekolah milik Mustofa tang berada di depan rumah dengan meninggal dunia di tempat.
Dari keterangan saksi yang lakukan penulusuran oleh awak media online bahwa kejadian sekitar pukul 1.30 wita malam pada hari Rabu, 31 Desember 3025. Lalu terjadi kecelakaan tersebut dimana yang ada hanya korban Juanda dan pelaku penabrak 'Akbar', sedangkan karyawan lainnya tidak ada di tempat seperti halnya sopir yang bernama Aan tersebut sedang berada pulang kerumah. Ungkap karyawannya Mustofa.
Namun setelah kejadian, baru di ketahui adanya insiden terebut dan setelah dilakukan penangan korban sudah tidak bernyawa lagi atau meninggal di tempat kejadian. Setelah itu datanglah pihak aparat untuk melakukan penangan perkara dan melakukan polis line tempat kejadian. Anehnya setelah di lakukan polis line beberapa selang jam kemudian polis line berada di tong sampah dengan alasan pihak aparat sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, hal ini di sampaikan oleh tangan kanan Mustofa yang bernama David.
Yang mana seharusnya polis line tidak boleh di utak atik sebelum adanya pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik baik itu sudah berkas P21 atau masih dalam penyelidikan perkara kejadian. Ini sudah berada di tong sampah. Namun ketika di pertanyakan kepada David mengakui bahwa itu adalah olahnya aparat kepolisian yang membuang hal tersebut, bukan siapa-siapa, dirinya bersama karyawan lainnya masih dalam kondisi masih berduka.
' Polis line yang terbuang di tong sampah dilakukan adalah aparat kepolisian setelah dari malam hingga pagi olah tempat kejadian berkata sambil pergi dengan nada kasar. Uangkapnya David kepada awak media online Gayatri Putri News@gmail.com sampai berita ini di naikkan. Adanya pihak anak pengusaha ayam potong yang menghubungi awak media dengan meminta bahwa agar berita ini tidak di sebar luaskan atas seijin dari Kasat Lantas Polres Banjarbaru yang telah melakukan konfresnsi Pers dengan awak media. Dimana hal ini juga meminta agar awak media Gayatri Putri News@gmail.com yang telah mengkonfirmasi agar tidak memberitakan hal ini. Namun dari awak media menyanggah hal ini, bahwa dalam hal ini tidak bisa, di mana publik harus tahu bahwa adanya kejadian yang tersebunyi dan mengakibatkan publik sekitar tidak tahu.
Sampai dari keterangan ketua RT. 04 RW.III kelurahan Guntung Paikat kecamatan Banjarbaru Selatan kota Banjarbaru yang di temui awak media online Gayatri Putri News@gmail.com mengatakan tidak adanya laporan dari pemilik kejadian dirinya hanya mendapatkan informasi adanya kecelakaan dengan hilangnya nyawa dari informasi yang berhembus.
'Saya tidak mengetahui adanya kecelakaan tersebut. Tetapi mendengar dari informasi yang ada bahwa terjadi kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban yang ada dan meninggal dunia ungkapnya ketua RT.04 RW.III kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru tersebut. Ungkapnya ketua RT kepada awak media yang mendatanginya kerumah.
Dari keterangan yang di konfirmasi kepada pihak pemilik pengusaha ayam potong dan beberapa Rumah Makan Ayam Geprek Solo, Rumah Makan Duta Rasa, Rumah Makan Surya, Rumah Makan Yamsir, Rumah Makan Luweh tersebut ketika awak media bertemu banyak perkataan yang tidak benar. Sedang berada di luar kota dan sebagainya. Dan begitu pula dengan David, bahwa mengatakan kejadian sebenarnya sudah di tangani pihak aparat kepolisian. Kami tidak bisa memberikan komentar apapun. Sampai akhirnya ada panggilan dan Wash Up oleh anak pengusaha Mustofa yang menghubngi awak media online Gayatri Putri News@gmail.com tersebut atas dasar perintah Kasat lantas Polres Banjarbaru untuk tidak memberitakan dengan kesepakatan bersama dan sudah di anggap klir permasalahan ini. Inilah yang membuat awak media merasa tidak takut, kenapa hal ini tidak berani di publikasikan apalagi banyak kejanggalan yang di dapat oleh hasil infestigasi awak media online Gayatri Putri News@gmail.com di lapangan. Gayatri Putri News@gmail.com melaporkan (Gatot)

Social Header